Naik Rosalia indah Skylinder Purwoketo malang via Wonosobo banyak tanjakan lewat pegunungan - tajukkisto

Naik Rosalia indah Skylinder Purwoketo malang via Wonosobo banyak tanjakan lewat pegunungan









Rosalia Indah, atau yang akrab disingkat Rosin, pasti sudah nggak asing lagi di telinga kita semua. PO bus legendaris ini sering banget kelihatan mondar-mandir di jalan raya, jadi pilihan andalan buat rute ke Malang atau Jawa Timur. Setelah stalking info di sosmed, saya mantap pilih Rosin untuk trip ke Malang.

Ini adalah catatan pengalaman perjalanan pada ahir taun lalu, tepatnya ahir tahun 2024. Untuk pembelian tiketnya gampang banget, meski saya jarang naik bus. Tinggal download app di Play Store, pesan H-1 keberangkatan, bayar via transfer bank. Jadwal saya pukul 14.05 WIB dari Pool Rosalia Indah, tepat di samping pintu keluar Terminal Bulupitu Purwokerto. Biar santai, saya datang sejam lebih awal, tepat jam 13.00.
Sampai di pool, suasana masih sepi. Cuma beberapa bus parkir dengan mesin mati, ada yang lagi muat paket. Saya tukar tiket dulu, lalu duduk nunggu sambil ngopi di area tunggu. Jam 13.30, dua bus mulai hidupin mesinnya. Bus saya nomor lambung 3130 Skylander, chasis Hino RM 280 dengan air suspension—keliatan kokoh buat rute panjang.
Pukul 13.40, kami dipersilakan naik. Awalnya cuma dua penumpang. Bus keluar pool menuju Terminal Purwokerto, nambah satu penumpang. Jam 14.11 berangkat resmi, lanjut ke Purbalingga (nambah dua orang), lalu Banjarnegara. Di agen Klampok satu penumpang, agen Banjar satu lagi, terminal induk Banjarnegara tambah satu. Total masih sepi.
Menuju Wonosobo, bus nggak berhenti di terminal—mungkin kosong. Saat saya nulis ini jam 17.45 di Temanggung, baru delapan penumpang plus supir, kondektur, dan cadangan sopir.
Petualangan Pegunungan yang Bikin Merinding
Dari Temanggung, perjalanan mulai seru saat memasuki jantung pegunungan Dieng plateau. Bus mulai naik tanjakan curam, meninggalkan sawah hijau Temanggung yang membentang luas seperti permadani raksasa. Udara langsung berubah dingin menusuk tulang, jendela mulai berembun karena hembusan angin pegunungan yang bercampur aroma pinus liar. Saya tarik selimut tipis, sambil ngintip keluar: matahari senja mulai tenggelam di balik lereng bukit berlapis kabut tipis, mewarnai langit jingga keemasan. Bus meliuk-layu di tikungan tajam Srandakan, roda air suspension bergoyang pelan menaklukkan aspal berlubang, sementara di bawah sana lembah-lembah dalam menghilang ditelan kegelapan awal.
Lewat Wonosobo malam hari, pemandangan makin dramatis. Jalan menanjak ke arah Datara, dikelilingi hutan cemara yang gelap gulita, sesekali lampu-lampu desa kecil berkedip seperti kunang-kunang di kejauhan. Kabut tebal mulai turun, membungkus bus seperti selimut putih misterius—saya bayangin hantu pegunungan lokal yang katanya suka mengintip lewat jendela. Suara mesin Hino menderu keras melawan gradien 10-15%, supir fokus mata ke spion, kondektur sesekali teriak "Pegangan!" saat bus miring di tikungan hairy pin. Udara makin segar, bau tanah basah campur eukaliptus bikin mata melek meski capek. Di puncak pass, tiba-tiba buka panorama: ribuan lampu kota Magelang berkelap-kelip di bawah, seperti lautan bintang yang jatuh ke bumi. Sensasi pegunungan ini bikin jantung deg-degan—campuran euforia bebas dan sedikit takut, apalagi dengar cerita supir soal longsor musiman di sini.
Lanjut ke Magelang, berhenti sebentar di Terminal Tipe A Tidar nambah satu-dua penumpang. Jalannya lagi perbaikan, bus ambil belokan kiri hati-hati. Ternyata rute lewat Jogja, berhenti jam 21.00-an (dingin banget, nggak sempet liat jam). Banyak yang naik, bus mulai penuh.
Dari Jogja ke Solo macet karena malam Minggu. Masuk tol sekali, keluar lagi, ambil penumpang di agen Solo. Lanjut ke RM Palur untuk servis makan jam 23.30-an, durasi 45 menit. Tinggal tunjuk tiket, ambil prasmanan. RM ini sekaligus kantor Rosin—wajib singgah armada barat-timur. Malam Minggu rame kayak terminal sendiri, wkwk.
Jam 23.57, bus 3130 dipanggil lanjut. Isi solar dulu deket situ, antri bareng 6-7 bus Rosin lain. Saya tidur di tol timur, bus full. Jam 03.00-an turun penumpang di agen Surabaya. Bangun bentar, eh sudah di Pool Malang tepat 04.30 WIB. Kayaknya tidur sebentar doang, udah sampai!

0 Response to "Naik Rosalia indah Skylinder Purwoketo malang via Wonosobo banyak tanjakan lewat pegunungan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel