Program pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan Banyumas apa saja - tajukkisto

Program pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan Banyumas apa saja

 Ketahanan pangan di tingkat kabupaten seperti Banyumas menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat lokal di tengah dinamika nasional. Banyumas, dengan luas wilayah 1.319 km² dan populasi sekitar 1,7 juta jiwa, bergantung pada sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi. Memahami konsep ini penting untuk mendukung program lokal seperti Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan swasembada pangan daerah.

Program pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan Banyumas apa saja




Definisi Lokal

Ketahanan pangan di Banyumas didefinisikan sebagai kondisi di mana seluruh penduduk memiliki akses fisik, ekonomi, dan sosial terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, serta sesuai budaya sepanjang tahun. Mengacu pada UU No. 18/2012 tentang Pangan, ini mencakup empat pilar: ketersediaan (produksi lokal beras, jagung, ubi), akses (harga terjangkau via pasar tradisional), pemanfaatan (gizi seimbang cegah stunting), dan stabilitas (cadangan saat musim paceklik). Di Banyumas, ini diwujudkan melalui Perda No. 5/2019 tentang Ketahanan Pangan, yang menekankan produksi mandiri di kecamatan seperti Purwokerto dan Ajibarang.


Potensi Pertanian Banyumas

Kabupaten ini kaya sumber daya alam dengan sawah seluas 120 ribu hektar, produksi beras mencapai 600 ribu ton per tahun, ditambah singkong dan kacang tanah dari lereng Gunung Slamet. Subsektor peternakan sapi potong dan ayam ras mendukung protein hewani, sementara perikanan dari Waduk Baturraden penuhi kebutuhan ikan. Kearifan lokal seperti sistem tumpang sari (padi-ubi) tingkatkan diversifikasi, kurangi ketergantungan impor, dan hadapi fluktuasi harga beras nasional.


Tantangan Utama

Meski potensial, Banyumas hadapi banjir musiman di dataran rendah Cilacap batas dan kekeringan di Ajibarang akibat perubahan iklim 2025-2026. Konversi lahan sawah ke industri di Purwokerto kurangi 5% areal tanam per tahun. Inflasi pangan lokal capai 6% pasca-El Niño, sementara stunting di kalangan anak bawah umur masih 20% di kecamatan pelosok. Pandemi sebelumnya dan ketergantungan pupuk impor tekan petani kecil, yang 70% penggarap lahan kurang dari 0,5 hektar.


Strategi Daerah

Pemerintah Kabupaten Banyumas terapkan Food Estate mini di Sumpyuh dengan varietas unggul seperti Inpari 32, plus irigasi tetes modern subsidi 50%. Program Desa Mandiri Pangan libatkan 150 ribu petani via kelompok tani, lengkap habit tracker panen digital via aplikasi e-Farming Jateng. Kolaborasi Dinas Pertanian dengan Bulog stok cadangan 50 ribu ton, sementara pasar murah rutin jamin akses bagi 100 ribu keluarga prasejahtera. Inovasi seperti hidroponik urban di kota Purwokerto dorong produksi sayur organik 20 ton/bulan.


Peran Masyarakat

Warga Banyumas berperan aktif via gerakan bank sampah pangan kurangi waste 30%, serta edukasi gizi di posyandu. Di era 2026, dengan kebijakan Trump memengaruhi impor pupuk global, lokalitas seperti ini krusial. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab dinas, tapi gotong royong: petani, UMKM, dan konsumen beli produk lokal seperti gathot (ubi sangrai) ganti beras.


Manfaat Jangka Panjang

Ketahanan pangan stabilkan harga, tekan kemiskinan 15%, dan tingkatkan PAD Rp 200 miliar dari agroindustri. Ini cegah krisis sosial seperti 1998, dukung SDGs 2 (Zero Hunger), dan jadikan Banyumas model Jawa Tengah. Setiap warga mulai dari hal kecil: tanam pekarangan, beli di pasar petani. Masa depan pangan sehat ada di tangan kita.




TIPS



Warga Kabupaten Banyumas bisa berperan aktif menghadapi tantangan ketahanan pangan melalui aksi nyata sehari-hari. Di tengah kekeringan musiman dan fluktuasi harga beras, partisipasi masyarakat krusial untuk dukung swasembada lokal seperti program Bupati Sadewo Tri Lastiono.


Tanam Pekarangan Rumah

Mulai dari hal kecil: manfaatkan lahan pekarangan untuk tanam sayur organik seperti kangkung, bayam, atau cabai. Di Banyumas, program GERAMLING (Gerakan Pertanian Ramah Lingkungan) dorong hidroponik sederhana dengan botol bekas, hasilkan 5-10 kg sayur per bulan per keluarga. Ini kurangi ketergantungan pasar, hemat pengeluaran Rp 200 ribu/bulan, dan cegah stunting pada anak.


Ikut Kelompok Tani Lokal

Gabung Gapoktan (Gabungan Kelompok Petani) di kecamatan seperti Ajibarang atau Sumpyuh. Warga bisa bantu bagikan pupuk subsidi dari 34 drone pupuk baru yang diserahkan Kementan 2026, tingkatkan hasil panen padi 20%. Kolaborasi ini akses benih unggul Inpari 32 dan pelatihan e-Farming untuk pantau cuaca via app.


Kurangi Food Waste

Terapkan "bank sampah pangan" di RT/RW: kompos sisa makanan jadi pupuk organik. Di Purwokerto, inisiatif ini potong limbah 30% di pasar tradisional. Warga simpan beras CPPD (70 ton cadangan 2025) dengan baik, bagi surplus panen ke tetangga rawan pangan seperti 1.500 penerima bantuan 10 kg/bulan.


Diversifikasi Konsumsi

Ganti beras dengan gathot (ubi kayu sangrai) khas Banyumas atau jagung rebus dari lereng Slamet. Edukasi keluarga via posyandu tentang menu bergizi: ikan Waduk Baturraden tambah protein murah. Dukung UMKM lokal beli di pasar petani, stabilkan harga dan tambah pendapatan petani Rp 50 ribu/kg.


Pantau dan Laporkan

Gunakan aplikasi Dinas Pertanian Banyumas untuk lapor hama atau banjir di sawah. Ikut musyawarah desa seperti di Karangkemiri untuk rencana ketahanan 2026. Warga pelosok bantu salurkan bantuan Bulog (222.907 PBP dapat 20 kg/bulan) ke lansia dan keluarga miskin.


Inovasi Komunitas

Bentuk komunitas urban farming di kota: tanam vertikal di gang sempit Cilacap batas. Kolaborasi dengan Rutan Banyumas yang panen pakcoy 20 kg untuk pasar lokal, beli hasilnya dukung kemandirian narapidana. Di era 2026, hadapi dampak El Niño dengan gotong royong panen raya.


Manfaat Bersama

Aksi ini tekan inflasi pangan lokal 6%, capai swasembada mini, dan tingkatkan PAD Rp 200 miliar dari agroindustri. Setiap warga mulai hari ini: tanam satu polibag, beli lokal, bagikan ilmu. Gotong royong Banyumas jadi model Jateng—ketahanan pangan dimulai dari rumah tangga.

0 Response to "Program pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan Banyumas apa saja"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel