Pentingnya "KOLABORASI" dalam pelayanan keperawatan menjadi trend dan issue
Secara Definisi kata Trend adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh orang banyak saat ini dan kejadianya berdarkan fakta. sedangkan Issue adalah sesuatu yang sedang di bicarakan oleh banyak namun belum jelas fakta atau buktinya.
Pentingnya "KOLABORASI" dalam pelayanan keperawatan menjadi trend dan issue
Apakah Mutu Keperawatan Anestesiologi Masih Rendah?
Pertanyaan mengenai apakah mutu keperawatan anestesiologi masih rendah merupakan refleksi kritis terhadap kondisi praktik keperawatan anestesiologi saat ini. Pertanyaan ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari berbagai realitas yang masih ditemukan di lapangan pelayanan kesehatan. Dalam praktik sehari-hari, masih tampak adanya keterlambatan dalam pengembangan pendidikan perawat anestesi atau penata anestesi profesional. Selain itu, sistem pelayanan keperawatan anestesiologi—mulai dari standar praktik, bentuk praktik keperawatan anestesi, hingga aspek lisensi—belum sepenuhnya mapan dan merata.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, mengingat perawat anestesi memiliki peran yang sangat krusial dalam menjamin keselamatan pasien, khususnya pada fase perioperatif. Mutu pelayanan anestesi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat atau keahlian dokter anestesi, tetapi juga oleh kompetensi, profesionalisme, dan integritas perawat anestesi sebagai bagian integral dari tim pelayanan kesehatan.
Solusi Pengembangan Keperawatan Anestesiologi
Untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut, diperlukan langkah-langkah strategis dan berkelanjutan. Pertama, pengembangan pendidikan keperawatan anestesiologi harus menjadi prioritas utama. Pendidikan lanjutan dan spesialisasi yang terstruktur akan meningkatkan kompetensi klinis, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan perawat anestesi dalam menghadapi kompleksitas kasus.Kedua, pemantapan sistem pelayanan anestesi profesional perlu dilakukan dengan menetapkan standar praktik yang jelas, sistem kerja yang terintegrasi, serta mekanisme evaluasi yang konsisten. Ketiga, penyempurnaan organisasi profesi penata anestesi menjadi hal yang tidak kalah penting. Organisasi profesi berperan sebagai wadah pengembangan kompetensi, advokasi profesi, serta penjaga etika dan standar praktik.
Nilai Profesional yang Melandasi Praktik Keperawatan
Praktik keperawatan anestesiologi tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai profesional yang menjadi fondasinya. Nilai pertama adalah nilai intelektual. Nilai ini mencakup penguasaan body of knowledge yang kuat, pendidikan spesialisasi atau lanjutan, serta kemampuan menggunakan pengetahuan tersebut dalam berpikir kritis dan kreatif. Seorang perawat anestesi dituntut tidak hanya mampu mengikuti instruksi, tetapi juga memahami rasional ilmiah di balik setiap tindakan.Nilai kedua adalah komitmen moral. Komitmen ini tercermin dalam prinsip beneficence, yaitu selalu berupaya membuat keputusan terbaik demi kepentingan pasien dan menghindari tindakan yang merugikan klien. Selain itu, prinsip keadilan (fairness) menuntut perawat untuk tidak mendiskriminasi pasien berdasarkan agama, ras, suku, budaya, atau kondisi ekonomi. Setiap pasien diperlakukan sebagai individu yang unik dan bermartabat. Prinsip fidelity atau kesetiaan diwujudkan melalui perilaku caring, empati, dan kepedulian yang tulus dalam memberikan asuhan.
Nilai ketiga adalah otonomi, kendali, dan tanggung gugat. Perawat anestesi harus memiliki ruang otonomi dalam lingkup praktiknya, disertai kemampuan mempertanggungjawabkan setiap tindakan secara profesional dan hukum.
Isu Keperawatan Anestesiologi Saat Ini
Beberapa isu keperawatan yang masih relevan hingga saat ini antara lain tingginya kebutuhan tenaga penata anestesi, persoalan informed consent, serta isu confidentiality atau kerahasiaan pasien. Perawat anestesi memiliki tanggung jawab etis dan hukum untuk memastikan bahwa hak-hak pasien dihormati dan dilindungi.
Kolaborasi Perawat dan Dokter
Kolaborasi perawat-dokter merupakan kunci utama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Kolaborasi menggambarkan hubungan kerja sama yang didasari prinsip kebersamaan, pembagian tugas, kesetaraan, tanggung jawab, dan tanggung gugat. American Medical Association (AMA) pada tahun 1994 mendefinisikan kolaborasi sebagai proses di mana dokter dan perawat merencanakan serta mempraktikkan pelayanan bersama sebagai kolega, bekerja secara saling ketergantungan dalam batas lingkup praktik masing-masing, dengan saling menghargai kontribusi setiap individu dalam merawat pasien, keluarga, dan masyarakat.Dalam praktiknya, kolaborasi sering kali menghadapi berbagai hambatan. Hubungan perawat-dokter yang berlangsung lama dalam pemberian asuhan dapat memunculkan perbedaan perspektif dalam memandang pasien. Perbedaan latar belakang pendidikan, faktor psikologis, sosial, dan budaya turut memengaruhi dinamika kerja sama.
Permasalahan dalam Kolaborasi
Permasalahan utama dalam kolaborasi sering bersumber dari perbedaan status dan kekuasaan. Dominasi dokter masih terasa, didukung oleh struktur sosial dan budaya yang menempatkan dokter pada posisi lebih tinggi. Selain itu, perbedaan sikap profesional dan cara berkomunikasi turut memperlebar jarak. Perawat anestesi sering kali belum dapat menjalankan fungsi kolaborasi secara optimal, ditambah dengan dokumentasi asuhan keperawatan anestesiologi yang belum lengkap atau tidak tepat. Pandangan bahwa perawat anestesi hanyalah tenaga vokasional atau asisten dokter masih menjadi tantangan serius, diperparah oleh kebijakan rumah sakit yang kurang mendukung.
Perbedaan Perspektif Profesi
Dokter umumnya berfokus pada diagnosis dan penentuan terapi yang dibutuhkan pasien. Pendidikan dokter menekankan pada aspek klinis, etika medis, pencatatan medis, serta hubungan dokter-pasien. Sebaliknya, perawat anestesi lebih menekankan pada identifikasi masalah pasien, respons pasien terhadap kondisi yang dialami, serta bentuk bantuan yang paling sesuai. Perawat dididik untuk melakukan proses keperawatan secara komprehensif, mulai dari pengkajian hingga evaluasi, serta berinteraksi dengan pasien dan tenaga kesehatan lain. Dalam praktiknya, perawat anestesi juga menerima delegasi dari dokter anestesi.Tim Interdisiplin dan Peran Pasien
Tim pelayanan kesehatan interdisiplin terdiri dari berbagai profesional dengan tujuan bersama dan keahlian yang berbeda, termasuk pasien sebagai anggota tim yang penting. Partisipasi aktif pasien dalam pengambilan keputusan akan meningkatkan efektivitas rencana perawatan. Pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien hanya dapat tercapai jika pasien ditempatkan sebagai pusat dalam tim.Perawat anestesi membawa perspektif unik dalam tim interdisiplin, berperan sebagai penghubung antara pasien dan pemberi pelayanan kesehatan lain. Sementara itu, dokter tetap memegang peran utama dalam diagnosis dan terapi, serta sering berkonsultasi dengan anggota tim lainnya.
Menuju Kolaborasi yang Efektif
Kolaborasi yang efektif membutuhkan kerja sama, asertivitas, tanggung jawab, komunikasi yang baik, otonomi, dan koordinasi. Manfaat kolaborasi antara lain peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, efisiensi sumber daya, meningkatnya profesionalisme dan kepuasan kerja, serta terbangunnya kohesivitas antarprofesional. Bentuk kolaborasi dapat diwujudkan melalui pencatatan terpadu data pasien, ronde bersama, dan komunikasi terapeutik perawat-dokter.Konsekuensi dan Persiapan Menuju Era Globalisasi
Kolaborasi menuntut perawat anestesi untuk bertransformasi dari tenaga vokasional menjadi profesional sejati. Konsekuensi hukum juga menjadi lebih jelas, dengan pemisahan tanggung jawab antara malpraktik medis dan keperawatan. Oleh karena itu, diperlukan kejelasan regulasi dari pemerintah serta peran aktif organisasi profesi. Pendidikan perawat anestesi harus terus ditingkatkan untuk meminimalkan kesenjangan profesional dengan dokter.
Dalam menghadapi era globalisasi, penata anestesi perlu mengikuti uji kompetensi, melengkapi administrasi seperti STRPA, SIPPA, dan sumpah profesi, serta terus memperbarui ilmu melalui pendidikan formal maupun informal. Dengan langkah-langkah tersebut, mutu keperawatan anestesiologi diharapkan dapat meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.
Sosial media :
Web : tajukkisto.site
Youtube : Kisto dhot sait @vitaminabc12_4
Facebook : Kisto Dhot Sait (Vitaminabc)
Instagram : Vitaminabc_12 (alias kisto)
Pinterest : Kisto SENI
Tiktok : kistodotsite kds80
.png)
0 Response to "Pentingnya "KOLABORASI" dalam pelayanan keperawatan menjadi trend dan issue "
Post a Comment